My Favorit ♥

YAKINLAH ! Di setiap kesulitan ada kemudahan :)

Senin, 06 Juli 2015

Bulan Berkah, Saat Terbaik 'Menajamkan' Doa

   

   Sebagai bulan penuh berkah, Ramadhan menyimpan banyak sekali keutamaan. Satu di antaranya adalah ditebarkannya waktu-waktu mustajab untuk berdoa. Di waktu sahur misalnya, Allah turun ke langit dunia dan membentangkan tangan untuk memberikan apa yang dimohonkan oleh para hamba-Nya yang bangun di tengah malam.
   Rasulullah bersabda, "Tuhan kita yang Maha Suci lagi Maha Tinggi setiap malam turun ke langit dunia saat waktu malam tinggal sepertiga yang terakhir. Dia berfirman, "Siapa yang menyeru kepada-Ku niscaya akan Aku beri. Dan siapa yang meminta ampun kepada-Ku pasti akan Aku ampuni." (HR. Bukhari).
   Berarti, peluang untuk menjadi hamba yang takwa sebagaimana tujuan utama dari puasa itu sendiri sangat besar, terutama di bulan suci Ramadhan. Jadi, sangat sayang, jika Ramadhan berlalu sementara tidak pernah melalui malam dengan bangun (shalat) dan doa. Sebab, selain mustajab, bulan Ramadhan sangat memungkinkan siapa pun untuk berlatih bangun di tengah malam.
   Dengan demikian maka, malam hari, utamanya di Bulan Ramadhan adalah momentum yang baik bagi setiap Muslim untuk mengadukan masalahnya kepada Allah seraya memohon petunjuk untuk menemukan solusinya.
   Jadi, kita tidak perlu mengeluh kepada yang lain, apalagi di dinding wall facebook. Karena selain mengadu kepada Allah, pasti kita tidak akan menemukan solusi. Oleh karena itu, di bulan suci ini mari kita tajamkan doa-doa kita kepada-Nya dengan bersimpuh pasrah mengadu dan menyerahkan segala macam permasalahan yang kita hadapi agar segera mendapat pertolongan dari-Nya yang Maha Kuasa.
   Dengan demikian, seiring dengan pemahaman kita tentang keutamaan Ramadhan yang diiringi dengan niat yang kuat untuk menjadi insan takwa dengan memperbanyak doa di tengah atau akhir malam seperti yang Rasulullah lakukan, maka target takwa yang kita inginkan, inshaa Allah akan menjadi kenyataan.
   Kemudian, di Bulan Ramadhan juga ada waktu yang sangat spesial yang Allah hadiahkan kepada umat Nabi Muhammad, yakni Lailatul Qadar.
   Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS: al Qadr [97]: 3).
    Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitabnya Asbabun Nuzul menjelaskan perihal sebab turunnya ayat tersebut sebagaimana diriwayatkan oleh Ibn Jarir.
   “Ibn Jarir meriwayatkan dari Mujahid yang berkata, “Dahulu, di antara Bani Israel hidup seorang laki-laki yang senantiasa melakukan shalat malam hingga shubuh tiba, sementara di pagi harinya berjihad menumpas musuh hingga sore. Ia terus-menerus melakukan hal tersebut selama seribu bulan. Allah lalu menurunkan ayat, ‘Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.’ Artinya, melaksanakan sholat di malam itu lebih baik dari amalan yang dilakukan laki-laki Bani Israel tadi.
Lantas, bagaimana kita bisa mengetahui kapan tepatnya Malam Lailatul Qadar itu berlangsung? Dalam haditsnya Rasulullah menjelaskan, “Semalam aku bermimpi melihat Lailatul Qadar, tetapi kemudian aku dilupakan atau aku lupa. Maka carilah ia pada sepuluh hari yang terakhir di hitungan pada hari yang gasal.” (HR. Bukhari).
   Dengan demikian, mari kita pertajam doa kita dengan mengikuti semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Sungguh Allah senang dan pasti akan mengabulkan setiap doa yang dipanjatkan oleh hamba-hamba-Nya. Apalagi, di bulan suci seperti ini, kita berupaya sungguh-sungguh untuk menjadi insan takwa, pasti Allah akan berikan kemudahan. Yakinlah!

Sumber : http://www.hidayatullah.com

Kamis, 11 Juni 2015

HAL-HAL YANG TIDAK SEHARUSNYA DIPIKIRKAN TAPI ENTAH KENAPA KEPIKIRAN




Jika saya memasukkan Kalpanax ke dalam sup jamur, apakah sup tersebut akan lenyap?

***

Ketika orang menulis 'wkwkwkwkwk' apakah dibacanya wekewekewek atau wekawekaweka?

***

Setiap kali saya dengar orang berteriak marah-marah, 'Anda enggak tahu saya siapa?!', saya selalu berpikir, kasihan sekali orang ini tiba-tiba pikun.

***

Kenapa kumisnya Doraemon tidak membuat dia tampak lebih tua?

***

'McD delivery, ada yang bisa saya bantu?'
'Saya mau pesan antar'
'Ya, diantar ke mana, Mas?'
'Kebetulan saya di Kemang, tepatnya di dalam McD.'

***

Ketika ujian saya mendapatkan soal :
'Berikan contoh plagiarisme!'.
Saya memberikan contoh dengan memplagiat jawaban teman saya.

***

Hipnotis gagal : 'Tatap mata saya.. Sudah? Nah, tolong ambil belek saya...'

***

Jika kamu mencintai seseorang, maka bebaskanlah dia. Kecuali dia sedang di penjara.

***

ABG yang berkumpul di mal itu sangat berisik. Apalagi kalau mal-nya sedang kebakaran.

***

Seorang anak yang bernyanyi, 'Ambilkan bulan, Bu.... Ambilkan bulan, Bu...',
sesungguhnya sangat merepotkan ibunya.

***

Contoh ABG yang terlalu banci kamera :
ketika ada kilatan petir, secara refleks dia menaruh telunjuk di bibirnya.

***

Maksud hati memasang muka puppy face, apa daya face jadi kayak mau pup.

***

Kata orang, lapar adalah salah satu motivator terkuat manusia. Maka, bisa dibayangkan betapa kuatnya Mario Teguh menjelang buka puasa.



********************
Tulisan ini berdasarkan kumpulan tulisan Raditya Dika
dalam bukunya Manusia Setengah Salmon 

Sabtu, 17 Januari 2015

Me (Cover My Faces)

Sometime I keep smile when i feeling ill...
I always want, i can make people smile...
Face in peace and calm everyday....
And heart that full of happiness..
Unafraid to confront every problems in life..
Never say never, is the best principle...




Nothing impossible in this life..
A key to reach happiness is....
Feel patient always, and...
Save always in heart, give thanks to Allah...



Put Allah first, in our heart..
Read always, The Noble Qur'an...
In all day always prays to Allah...
Take hold of your iman..
And don't give in to shaitan...




Always pray and don't give up...
Failure is delayed success...
It's means we must keep faith and strong..
For the our future in our life...
And reaching our dreams,
Happy ending....... 

Senin, 29 September 2014

XII Akuntansi SMK Widya 2 Batam

Our Friendship <3


~ Hug me ~ {}


three girls of Accounting | Grade XII | VHS Widya 2 Batam


~ selfie dulir ~


~narsis dulir~

Senin, 26 Mei 2014

Isra Mi'raj

Keadaan duka tak membuat Raslullah Saw berhenti berjuang. Sementara jalan di Mekah buntu, Rasulullah Saw pergi ke kota Tha'if yang jauh. Tetapi di kota itu pun beliau mengalami perlakuan menyedihkan. Atas perintah para pejabat kota, anak-anak dan orang-orang bodoh di Tha'if melempari beliau dengan batu. Darah suci beliau berceceran di sepanjang jalan keluar kota. Dalam keadaan amat pilu itulah Allah SWT memperjalankan Rasul-Nya dalam peristiwa Isra dan Mi'raj.

ISRA
Di malam itu suasana amat hening. Binatang-binatang malam membisu. Bahkan gemercik air dan siulan angin pun tak lagi terdengar. Rasulullah Saw dibangunkan oleh Malaikat Jibril dengan perkataan, "Wahai orang yang sedang tidur, bangunlah!"
Nabi Saw menunggangi Buraq, hewan tunggangan bersayap. Buraq melesat seperti angin menuju ke utara. Ia sempat berhenti di Gunung Sinai, tempat Nabi Musa berbicara dengan Allah SWT. Ia juga berhenti di Bait Al-Lahim, tempat Nabi Isa dilahirkan.
Tak lama sampailah Rasul Saw yang ditemani Malaikat Jibril as di Baitul Maqdis. Sampai di sini berakhirlah peristiwa Isra.

MI'RAJ
Setelah Isra, Nabi Saw langsung mengalami Mi'raj. Dalam Mi'raj, beliau naik ke langit. Di sini beliau melihat berbagai keajaiban dan bertemu nabi-nabi sebelum beliau. Menurut Ibnu Hisyam, Rasul Saw melihat orang bermulut seperti moncong unta yang memakan batu api. Itulah orang yang memakan harta anak yatim secara tidak sah. Beliau juga melihat orang-orang berperut sangat besar yang diinjak-injak unta gila sebagai balasan bagi orang yang suka memakan riba {bunga uang).
MENERIMA PERINTAH SHALAT LIMA WAKTU
Setelah semua itu, Nabi Saw diangkat ke hadapan 'Arsy (singgasana Allah SWT). Di tempat yang amat mulia itu Nabi Muhammad Saw menerima perintah agar melaksanakan shalat lima puluh waktu. Namun atas saran Nabi Musa, Rasulullah Saw naik lagi dan memohon keringanan sampai akhirnya ditetapkan jumlah shalat wajib sebanyak lima waktu.

ADA YANG BERIMAN DAN ADA YANG MENOLAK
Sekembalinya ke Mekah, Rasulullah Saw mengabarkan perjalanannya semalam. Abu Bakar langsung menyatakan percaya, orang musyrik menertawakan beliau, bahkan ada orang beriman yang murtad lagi karena cerita itu. Berkat sikapnya itulah Abu Bakar mendapat gelar Ash-Shiddiq (yang tulus hati, yang sangat jujur).

Jumat, 04 April 2014

Al Quran

   "Katakanlah : "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?" Katakanlah : "Allah." Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Qur'an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al Qur'an (kepadanya)." 
(QS Al-An'am : 19)
    Sobat-sobat, Al Qur'an memang sumber dan pedoman hidup untuk umat manusia dan tidak lepas dari kehidupan kita dan ternyata sudah banyak peneliti yang menyatakan dan mengakui dahsyatnya Al Qur'an, begitu luar biasa isi / kandungan dari Al Qur'an. Subhanallah.. Allahu Akbar !!!
     Yuk, kita simak pernyataan dari peneliti, ilmuwan, professor, sejarawan, dan guru besar di bawah ini (^_^)b

Seorang ilmuwan dari Italia, Kenneth Edward George, berkata, 
   "Saya sudah mengkaji dengan sangat teliti agama-agama terdahulu dan agama modern dewasa ini. Kesimpulannya adalah bahwa Islam agama langit yang benar. Kitab Suci ini mencakup kebutuhan materi dan immateri bagi manusia. Agama ini membentuk akhlak yang baik dan menjaga rohani agar tetap sehat."
Profesor Inggris, Mountaghmiri Watts, berkata 
   "Apa yang dipaparkan Al Qur'an tentang realitas dan fenomena alam yang sempurna menurut saya adalah di antara kelebihan dan keistimewaan Kitab ini. Yang jelas semua temuan dan ilmu pengetahuan yang didokumentasikan dewasa ini, tidak mampu menandingi Al Qur'an"

Sejarawan Italia, Brands Johny Burkz, mengatakan, 
   "Kesejahteraan dan kepemimpinan menjauh dari umat Islam dikarenakan mereka tidak mau mengikuti petunjuk Al Qur'an dan mengamalkan hukum dan undang-undang-nya. Padahal sebelumnya sejarah telah mencatat bahwa generasi awal Islam meraih kejayaan, kemenangan, dan kebesaran. Musuh-musuh Islam tahu rahasia ini, sehingga mereka menyerang dari sisi ini. Ya, kondisi kehidupan umat Islam sekarang ini suram, karena tidak pedulinya umat ini terhadap Kitabnya, bukan karena ada kekurangan dalam Al-Qur'an atau Islam secara umum. Yang obyektif adalah tidak benar menganggap sisi negatif dengan menghakimi ajaran Islam yang suci."

Peneliti Prancis, Gul Labum, menyeru orang Eropa, 
   "Wahai manusia, kajilah Al Qur'an secara mendalam, sampai kalian menemukan hakikat kebenarannya, karena setiap ilmu pengetahuan dan seni budaya yang pernah dicapai oleh bangsa Arab, pondasinya adalah Al-Qur'an. Hendaknya setiap penduduk dunia, dari beragam warna dan bahasa mau melihat secara obyektif kondisi dunia zaman awal. Mengkaji lembaran-lembaran ilmu pengetahuan dan penemuan sebelum Islam. Maka kalian akan tahu bahwa ilmu pengetahuan dan penemuan tidak pernah sampai pada penduduk bumi kecuali setelah ditemukan dan disebarluaskan oleh kaum muslimin yang mereka eksplorasi dari Al Qur'an. Ia laksana lautan pengetahuan yang mengalir di jutaan anak sungai. Al Qur'an tetap hidup, dan setiap orang mampu meneguk sejuknya sesuai dengan kesungguhan dan kemampuannya."

Ahli filsafat dari Prancis, Pranco Mari Pulter, menjelaskan perbedaan antara Injil dan Al Qur'an,
   "Kami yakin, jika disodorkan Al Qur'an dan Injil kepada seseorang yang tidak beragama, pasti orang tersebut akan memilih yang pertama, karena Al Qur'an mengetengahkan pemikiran yang cocok dengan akal sehat. Boleh jadi tidak ada undang-undang yang lebih detail tentang masalah perceraian, kecuali undang-undang dan hukum yang telah digariskan Al Qur'an tentang masalah ini."
Seorang ilmuwan dari Inggris, Fard Ghayum, Guru Besar Universitas London mengatakan, 
   "Al Qur'an adalah kitab mendunia yang memiliki keistimewaan sastra yang tinggi, yang terjemahnya saja tidak bisa mewakili tingginya sastra aslinya. Karena lagunya berirama khusus, keindahannya mengagumkan, dan pengaruhnya yang luar biasa terhadap yang mendengarkan. Banyak kaum nashrani Arab yang terpengaruh gaya bahasa dan sastranya. Begitu juga kaum orientalis, banyak di antara mereka yang menerima Al Qur'an. Ketika dibacakan Al Qur'an, kami orang-orang Nashrani terpengaruh, laksana sihir yang menembus jiwa kami, kami merasakan ungkapannya yang indah, hukumnya yang orisinil. Keistimewaan seperti ini yang menjadikan seseorang merasa terpuaskan, dan bahwa Al Qur'an tidak mungkin ada yang mampu menandinginya."

Knetth Grigh, Guru Besar Universitas Cambridge memberi kesaksian,
    "Tidak akan mampu seseorang sepanjang empat belas abad yang lalu, sejak diturunkannya Al Qur'an sampai sekarang ini, yang mampu membuat seperti ayat Al Qur'an, satu ayat sekalipun. Karena Al Qur'an bukan kitab yang dikhususkan untuk zaman tertentu, bahkan Al Qur'an ini alami yang akan terus berlangsung sepanjang zaman. Meskipun dunia dan kehidupan ini berubah, namun setiap manusia memungkinkan menjadikan Al Qur'an sebagai pedoman hidupnya.
   Mengapa Al Qur'an lebih unggul dan menjadi pedoman hidup manusia sepanjang masa? Karena Al Qur'an mencakup semua hal-hal yang kecil maupun urusan yang besar. Tidak ada sesuatu yang tidak diatur oleh Al Qur'an. Saya yakin, bahwa Al Qur'an mampu mempengaruhi orang Barat, dengan syarat, Al Qur'an dibacakan dengan bahasa aslinya, karena terjemahnya tidak mampu memberi pengaruh kejiwaan dan rohani, berbeda dengan bacaan aslinya yang menggetarkan jiwa, meluluhkan qalbu."


   Nah , sobat-sobat. Setelah kita membaca pendapat-pendapat dari ahli peneliti, ilmuwan, sejarawan, guru besar dari beberapa Universitas Luar Negeri di atas, bagaimana pendapat sobat-sobat tentang Al Qur'an? SUBHANALLAH.. LUAR BIASA bukan? Al Qur'an adalah kalam (perkataan) Allah yang akan selalu terjaga kesuciannya sepanjang masa.. Maka dari itu, yuk jadikan Al Qur'an sebagai pedoman hidup kita. Jangan sampai kita hanya mengoleksinya dan membiarkannya berdebu di dalam rak buku. Naudzubillah.. Yuk, istiqomah dalam membacanya..Kalau bisa adakan program ONE DAY ONE JUZ (ODOJ), waah keren tuh (^_^)b , karena dengan membacanya hati kita menjadi tenang dan damai dan anti galau. hehe :D *afwan*
    Demikian sedikit informasi yang saya bagikan. Kurang lebihnya saya mohon maaf ya sobat..
    Dan info ini saya kutip dari :
@MutiaraAMALY #VOLUME91 #page : 30 (^_^)b





Sabtu, 22 Maret 2014

Kembali Terurai



Ingatanku kembali membuka tentang masa lalu..
Masa-masa dimana seribu cerita terkisah disana..
Yang dilewati oleh langkah aku dan kau..
Dunia pun menjadi saksi atas langkah kita..
Aku kembali teringat,
Saat awal ku mengenalmu…
Saat aku menjadi dekat denganmu..
Saat kau juga sekan-akan tak ingin jauh dariku..
Saat itu aku juga tak ingin menjauhimu..
Kau..
Sungguh memberikanku cerita istimewa..
Cerita yang terwujud dalam duniaku..
Yang mungkin ku tak bisa melupakannya..
Kau..
Yang memberi arti sesuatu istimewa..
Memberikan pengertian yang menjadikanku sadar..
Dan berhasil membuatku berubah…
Kau…
Yang mengajarkanku tuk lebih mengerti,
Arti dari mencintai Tuhan kita..
Arti dari sebuah ketulusan cinta..
Kau juga..
Yang sempat membuatku tersenyum bangga..
Kau juga..
Yang pernah membuatku tertawa bahagia..
Kau pula..
Yang membuat munculnya rasa kagum dari hatiku..
Kau…
Berhasil mencuri hatiku..
Apalagi saat kau mengajariku..
Tentang cinta karena Allah.
Saat itu, rasaku kepadamu bertambah..
Aku menjadi semakin tak ingin melepasmu.
Namun tahukah kau?
Saat itu aku juga merasa takut,
Takut kau meninggalkan duniaku…
Dan kau berhasil menenangkan batinku yang bergejolak.
Kau pernah bilang…
“Jika kita mencintai sesuatu,
harus atas dasar karena Allah.
Jika kita mencintai karena tampannya,
pastilah ketampanan itu akan hilang.
Jika kita mencintai karena hartanya,
pastilah harta itu akan dikembalikan pada-Nya.
Cintailah karena Allah.
Karena Allah tak akan pernah menghilang.
Dia adalah Dzat Yang Maha Abadi.”
Saat itu, kau sering membimbingku.
Kaulah yang membangunkan dari tidurku..
Untuk beribadah kepada-Nya..
Yaa.. walau hanya dari seluler..
Entah mengapa, kau sanggup membangunkanku…
Kau banyak memberikanku kebaikan..
Memberikanku banyak hal untukku.
Hal yang bermanfaat bagiku…
Kau turuti segala permintaanku…
Hingga suatu hari,
Kita memiliki baju kenangan..
Pakaian yang sama..
Yang kita beli bersama…
Walau aku enggan…
Dan sering menunda tuk membelinya..
Entah kenapa..
Akhirnya baju kenangan itu dapat kita miliki..
Apakah kau ingat??
Kau pernah berjanji padaku..
Seperti bukan sebuah janji mainan…
Dan kau terlihat sungguh-sungguh saat menyatakannya..
Tahukah kau bagaimana aku waktu itu?
Hatiku berdegup kencang..
Disana terselip perasaan takut, bahagia, dan was-was.
Namun aku berusaha menutupinya..
Aku berusaha membahas topik lain..
Bersamamu..
Sejak saat itu,
Aku takut jatuh terlalu dalam…
Dalam cinta yang masih abu-abu..
Sejak saat itu,
Bertepatan dengan kesibukanku..
Aku mulai sering mengabaikan pesan darimu..
Aku mulai jarang mengirim pesan untukmu.
Namun…
Karena aku wanita..
Yang masih setia menjaga hati untukmu…
Yang masih tak ingin melepasmu saat itu..
Aku tetap memperhatikanmu dengan cara rahasiaku..
Setiap hari, setiap minggu aku memperhatikanmu..
Walau mungkin, kau tak pernah mengetahuinya.
Walau mungkin kau tak pernah merasa…
Dan pada saat itu…
Saat kita tak sedekat dahulu…
Banyak hal yang membuatku tertegun…
Seakan-akan itu semua menjadi kejutan untukku..
Kejutan yang menyakitkan..
Kejutan yang mengecewakan…
Dan jika aku bisa mengulang waktu..
Aku tak ingin melihat semua kenyataan..
Pada waktu itu..
Seketika itu juga…
Aku lemah.. Aku tak kuasa menahan kekecewaan yang mendalam..
Hatiku memberontak..
Hati kecilku ingin menuntut dirimu..
Hingga tak terasa, air mataku…
Jatuh beruraian dengan deras..
Bagai derasnya hujan…
Saat semua awan memperlihatkan mendungnya…
Aku hanyut dalam duka…
Namun, aku menyeka semua air mataku..
Aku berusaha menghapusnya dengan tanganku sendiri..
Dan aku tak ingin menuntutmu waktu itu..
Yang aku inginkan saat itu..
Agar dirimu menyadari kesalahanmu ..
Agar dirimu bisa mengetahui kesalahanmu..
Yang telah membuatku kecewa…
Aku mendiamkanmu…
Aku tak membalas semua kata-kata indahmu..
Hari demi hari.. Minggu demi minggu melewati duniaku..
Kau baru bertanya, ada apakah dengan diriku…
Seorang aku saat itu…
Cukup menahan semua rasa yang menyesakkan itu..
Cukup menahan amarah yang seakan-akan ingin tumpah..
Dan aku kembali bertanya kepadamu..
Kamu tidak sadar?
“Tidak,” jawabmu.
Kamu tak merasa jika ada yang berubah?
“Ada, yaitu kamu” jawabmu
Kamu tahu apa sebabnya?
“Tidak” jawabmu.
Sungguh, dengan jawaban-jawabanmu saat itu..
Semakin menambah rasa kecewa yang telah berlapis tebal..
Aku mendiamkanmu kembali..
Kau bertanya ada apa sebenarnya…
Aku tak sanggup lagi mendengarnya..
Mendengar akan pernyataan yang penuh kemunafikan..
Dan akhirnya, aku menjelaskan semua kepadamu.
Dari A hingga Z..
Lalu kau hanya bisa mengucapkan kata “maaf”..
Aku merasa miris mendengarnya.
Aku tak ingin memperpanjang tangisanku..
Karena aku tak ingin larut dalam kesedihan..
Aku kembali mengelus dada..
Mencoba tuk bersabar,
Mencoba tuk kuat dan kembali melangkah..
Saat itu..
Aku hanya bisa berkata kepadamu.
“Berbahagialah kamu dengannya, atau dengan yang lainnya.
Jika aku tak mampu membuatmu bahagia..
Jika aku tak bisa menuruti semua kemauanmu..
Dan ada yang lain yang bisa melakukan lebih dari aku..
Berbahagialah dengannya..
Terimakasih atas kebaikanmu selama ini..
Terimakasih atas bimbinganmu yang sanggup mencuri hatiku..
Dan terimakasih atas semua kekecewaan yang kau berikan untukku…
Terimakasih untuk semuanya..”
Dan aku rasa itu merupakan pesan terakhir dariku untukmu..
Dan kau kembali menjawab,
“Marah sama saya, ya? Saya minta maaf ya.”
Aku tak menjawabnya lagi…
Aku menjawab dalam hati..
Semoga Sang Maha Cinta menyadarkanmu…
Dan mengampuni dosamu..
Harapku dalam hati yang sembari menangis…
Tapi aku tak sepenuhnya membencimu..
Aku tak sepenuhnya menganggapmu musuh.
Karena kau telah banyak memberikan kebaikan..
Walau berujung dengan kekecewaan..
Aku berusaha memaafkan…
Kini…
Yang aku ingat darimu dan akan aku jadikan
Pedoman dalam hidupku..
“Cintailah karena Allah.
Karena Allah tak akan pernah menghilang.
Dia adalah Dzat Yang Maha Abadi.”
Itulah kata-kata yang sangat berharga untukku.
Karena kata-kata itu,
Aku menjadi yakin untuk melangkah kembali..
Kembali merajut kebahagiaan..
Yang berlandaskan Cinta karena Allah..
Dan aku sadar…
Bahwa apa yang aku lewati dengan kau selama ini..
Itu bukan Cinta karena Allah..
Karena Allah tak menyukai segala maksiat,
Segala wujud khalwat terhadap yang bukan mahram.
Sekarang…
Aku sadar dan mulai berusaha…
Untuk membangun semangat kembali..
Semangat karena Allah..
Dan aku berusaha sabar dalam penantian..
Fokus memperbaiki diri..
Dan aku tak terlalu memikirkan siapa jodohku nanti.
Karena Sang Maha Cinta sudah mengaturnya.
Yang aku pikirkan sekarang adalah…
Berusaha memperbaiki diri..
Agar menjadi lebih baik dari masa lalu..
Agar menjadi lebih baik dari hari kemarin..
Dan hari esok harus lebih  baik dari hari ini..
Biarlah itu semua menjadi sebuah kenangan dan pelajaran.
Untuk membuatku menempuh menuju jalan kebenaran.
Dan meninggalkan segala kemaksiatan…
Dan hari ini..
Yaa, tepatnya hari ini..
Aku kembali teringat pada kenangan itu..
Tangisanku kembali terurai..
Lebur menjadi haru…
Aku sadar, betapa hinanya diri ini..
Betapa lemahnya iman diri ini pada saat itu…
Astaghfirullahaladziim….
Ya Rabb… Yang Maha Pengampun..
Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang..
Ampunilah dosa-dosa hambamu yang hina ini…
Ampunilah dosa-dosa hambamu yang lemah ini..
Jadikanlah hamba menjadi hamba yang kuat imannya..
Yang tak akan goyah akan rayuan-rayuan setan…
Jadikanlah hamba menjadi wanita yang shalihah..
Amiin.. Amiin Ya Rabbal Alamiin…